Minggu, 10 Oktober 2010

RIWAYAT SINGKAT
PERSAUDARAAN DOA DALAM A I S U R T O


PENDIRI : Romo M. Hadiwijaya Pr.


DEWAN PEMBINA : 1. Bapak dan Ibu Karmadji
2. Bapak dan Ibu Rahadi
3. Bapak dan Ibu Legonirwhono
4. Bapak dan Ibu Sandiwan Suharto


SEJARAH PDGA :

Berawal dari pencak silat TUNGGAL HATI, yang kemudian diajarkan di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, pada tahun 1982, dengan nama TUNGGAL HATI SEMINARI (THS).


Beberapa tahun kemudian juga diajarkan kepada kalangan muda-mudi katolik. Untuk para pemudi diberi nama TUNGGAL HATI MARIA (THM).


Sehingga sampai sekarang di seluruh Indonesia dikenal dengan sebutan THS/THM.


DEWAN PENDIRI, PENCAK SILAT TUNGGAL HATI SEMINARI/TUNGGAL HATI MARIA (THS/THM), adalah:

1. Romo M. Hadiwijaya Pr.
2. Kel. Dr. Haripurnomo Kushadiwijaya, Ph. D.
3. Ign. Imam kuseno Mihardjo
4. Romo Rich. Heru Subakto Pr.
5. Romo Al. Luhur Prihadi Pr.
6. St. Adi Satria Nugraha
7. Al. Bambang Wahyudi
8. Y. B. Prasetyo Yudono
9. B. Wiharto
10. Yoh. Lilik Subianto
11. Maria Selastiningsih
12. Theodora Sri Wahyu Dramastuti


Pencak silat THS-THM ini mempunyai 26 (dua puluh enam) jurus, dan masing- masing jurus diberi nama huruf abjad A s/d Z.

Inti dari seluruh jurus di atas adalah 7 (tujuh) jurus, yang dikenal dengan A I S U R T O

Dalam perkembangannya kemudian, ada kebutuhan untuk mengadaptasi THS/THM agar dapat diberikan kepada umat katolik yang sudah tidak muda lagi, dengan maksud :


a. Lebih menghayati iman katolik melalui pendalaman Kitab Suci.

b. Meningkatkan kerukunan dan solidaritas keluarga-keluarga katolik melalui latihan-latihan bersama.

c. Menjaga dan meningkatkan kesehatan secara utuh. (Bukan Menssana in Corpore Sano, tetapi Corpus Sanum in Mente Sana)


Maka mulai tahun 1994, inti jurus THS/THM di atas dikembangkan dan disesuaikan, untuk kebutuhan orang yang sudah berkeluarga atau orang yang berusia 30 tahun ke atas, dengan sebutan PERSAUDARAAN DOA DALAM GERAK AISURTO (PDGA).


AISURTO mempunyai makna doa, sebagai berikut :


[A]llahku telah menjelma dalam diri [I]esu (Yesus) Kristus, penebusku. Jadikan aku [S]empurna (sanctitas, sanitas, scientia , dan socialitas), dengan selalu bersy[U]kur atas sapta rahmat [R]oh Kudus dan ber[T]obat bersama-sama, sekarang dan sepanjang hidupku. Itulah [O]bat sejati bagi kehidupanku.


KONTRIBUSI PERSAUDARAAN DOA DALAM GERAK AISURTO (PDGA), BAGI KEHIDUPAN MENGGEREJA:


1. PDGA adalah inkulturisasi IMAN.


2. PDGA adalah sumbangan khas Gereja Indonesia kepada Gereja Universal.


3. PDGA adalah sarana pembinaan iman katolik bagi pribadi dan keluarga.


4. PDGA adalah salah satu wahana untuk meningkatkan kepedulian terhadap Gereja.









SILABUS
PERSAUDARAAN DOA DALAM GERAK
A I S U R T O



TINGKAT DASAR PRATAMA:


Tujuan : - Memahami makna dari AISURTO dan menguasai gerak jurus
AISURTO.
- Memahami bahwa IMAN adalah “tenaga dalam”, yang merupakan
sumber kekuatan hidup kita.


Materi : - Seluruh jurus AISURTO dan Doa yang digunakan untuk
Mengiringnya.

Doa tersebut diambil dari Kitab Suci (Injil), Puji Syukur (PS) atau dari sumber lain, yang telah diakui oleh Gereja Katolik.

- Beberapa metoda doa meditatif.


Waktu : Latihan dilaksanakan dalam 9 (sembilan) kali pertemuaan tidak terputus (Novena AISURTO).


Tata Tertib: 1. Peserta wajib datang terus menerus.

2. Peserta harap membawa Kitab Suci (KS) dan Puji Syukur (PS).

3. Peserta harap melaksanakan segala sesuatu yang tercantum/tercatat
pada PEMBIASAAN.













Latihan Doa Dalam Gerak A I S U R T O

Pertemuaan Ke - 1 : PERKENALAN


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N


TUJUAN








MATERI




















PEMBIASAAN





1. Peserta mengetahui bahwa AISURTO adalah DOA
DALAM GERAK.

2. AISURTO adalah inkulturisasi IMAN dan Sumbangan Gereja Indonesia untuk Gereja Universal.

3. Mengenal dan mencoba jurus A.


1. Nyanyian Pembuka : PS-646, bait 1.
2. Doa Mengawali Kegiatan
3. Perkenalan.
4. Nyanyian PS - 646, bait 2
5. Baca firman Tuhan ROM 1 : 1 -16.
6. Nyanyian PS - 646, bait 3
7. Penjelasan umum perihal PDG “ AISURTO “ :
- Sejarah PDGA
- Latar belakang pendirian.
- Menghayati ROM 1 : 1 - 16
8. Nyanyian PS – 646, bait 4
9. Mengenal dan mencoba jurus A.
10. Doa meditatif sikap duduk rileks nafas bayi,
- Dibuka : Mari Masuk………..
- Menghayati ROM 1 : 1 - 16
- Tuhan Gembalaku
- Ditutup : Bapa terima kasih…..
11. Doa mengakhiri Kegiatan.
12. Nyanyian penutup : PS – 634, bait 1 - 2


1. Perlancar gerak jurus A

2. Mendaraskan Mazmur “ Tuhanlah Gembalaku ”

3. Nomor 1 dan 2 di atas dilakukan tiap hari, sampai pertemuaan berikutnya.

Pertemuaan Ke - 2 : Jurus A


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N

TUJUAN



MATERI




























PEMBIASAAN




1. Memahami makna Jurus A : Allahku adalah Bapaku
2. Mampu menguasai gerak jurus A.


1. Nyanyian Pembuka : PS-654, bait 1.
2. Doa Mengawali Kegiatan
3. Perkenalan peserta.
4. Peragaan A I S U R T O lengkap.
5. Nyanyian PS - 654, bait 2
6. Baca Injil Matius 6 : 5 -15.
7. Renungan (oleh Pamong atau dalam hati masing-masing).
8. Nyanyian PS - 654, bait 3
9. Contoh dan makna masing-masing gerak jurus A:
* Gerak 1 : Allahku adalah Bapaku, kuserahkan
hidupku ke hadiratMu.
* Gerak 2 : ada dua jalan kehidupan, jalan
surgawi dan duniawi
* Gerak 3 : aku memutuskan untuk mengikuti
Jalan surgawi dalam hidupku.
10. Pemanasan sebelum latihan.
11. Latihan jurus A, diiringi Doa Bapa Kami.
12. Salam Damai (saling bersalaman)
13. Doa meditatif sikap duduk rileks,
- Dibuka : Mari Masuk ………
- IS – EL @ 2 dtk.
- Doa Bapa Kami
- IS – EL @ 2 dtk
- Ditutup : Bapa terima kasih ……
14. Doa mengakhiri Kegiatan.
15. Nyanyian Penutup : PS – 76,”Dalam TanganMu ya Tuhan”


- Menghayati makna jurus A, dalam kehidupan Anda.
- Menghafalkan makna gerak 1, 2 dan 3 dari jurus A.
- Latihan jurus A sampai hafal/lancar.

LAKUKAN SETIAP HARI SAMPAI PERTEMUAN KE-3






Pertemuaan Ke - 3 : Jurus I


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N

TUJUAN





MATERI

























PEMBIASAAN




1. Memahami makna Jurus I : Yesus Kristus, Sang Putra, adalah penebusku.
2. Mampu menguasai gerak jurus I.
3. Memahami misteri Penebusan, peran Bunda Maria, dan Ekaristi.

1. Nyanyian Pembuka : PS-501, bait 1-2.
2. Doa Mengawali Kegiatan
3. Baca Injil Yohanes 6 : 47 - 59.
4. Renungan (oleh Pamong atau dalam hati masing-masing).
5. Nyanyian PS - 501, bait 3 - 4
6. Contoh dan makna masing-masing gerak jurus I:
* Gerak 1 : Aku menabur benih kehidupan abadi.
* Gerak 2 : dengan menghindari godaaan duniawi.
* Gerak 3 : dan mengikuti salib Tuhan kita Yesus
Kristus.
7. Pemanasan sebelum latihan.
8. Latihan jurus I,
Doa : 1. Kyrie eleison  3x
Cristise eleison  3x
Kyrie eleison  3x
2. Stasi jalan salib
3. Ulangi butir 1
9. Doa meditatif, napas bayi, sambil duduk rileks
- Dibuka : Mari Masuk……………
- IS – EL @ 2 dtk.
Sambil menghayati YOH 6 : 47 - 59
- Ditutup : Bapa terima kasih……….
10. Doa mengakhiri Kegiatan.
11. Nyanyian Penutup : PS – 628,”Ya namaMu Maria”


- Lebih menghayati Doa : Bapa Kami dan Salam Maria.[3x]
- Menghafalkan makna gerak 1, 2 dan 3 dari jurus I sampai
hafal luar kepala.
- Latihan jurus I sampai hafal/lancar.
- Latihan jurus A

LAKUKAN SETIAP HARI SAMPAI PERTEMUAN KE-4





Pertemuaan Ke - 4 : Jurus S


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N

TUJUAN



MATERI

































PEMBIASAAN




1. Mampu memahami makna Jurus S : Jadilah sempurna sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya.
2. Mampu menghayati dan menguasai gerak jurus S.

1. Nyanyian Pembuka : PS-603, bait 1-2.
2. Doa Mengawali Kegiatan
3. Nyanyian PS - 600, bait 1 - 2
4. Baca Injil Mateus 5 : 43 -48.
5. Renungan (oleh Pamong atau dalam hati masing-masing).
6. Nyanyian PS - 600, bait 3 - 4
7. Contoh dan makna masing-masing gerak jurus I:
* Gerak 1 : Aku melawan godaan duniawi.
* Gerak 2 : dalam mendayung kehidupanku.
* Gerak 3 : menuju ke sempurnaan surgawi.
8. Pemanasan sebelum latihan.
9. Mengulangi Jurus A, I , AI, IA  3x
10. Latihan jurus S,
Doa selama latihan :
- Jadikan kami sempurna sebagaimana Bapa sempurna
adanya
- Jadikan kami suci agar tubuh kami menjadi kenisah
Roh kudus.
- Jadikan kami sehat karena kami Kau panggil kepada
kehidupan, bukanya kebinasaan.
- Bukakan pengetahuaan IlahiMu yang maha luas.
- Berilah kami jiwa siap sedia untuk menolong, karena
kami juga Kau selamatkan dari kebinasaan dosa.
- Berilah Rahmat kekuatanMu untuk hidup hari ini
lebih baik dari hari yang kemarin.
- Sedikit demi sedikit, tekun, tabah menuju kesempur-
naan bapa di surga.
11. Doa meditatif, napas bayi, sambil duduk rileks
- Dibuka : Mari Masuk………….
- IS–EL @3dtk,Sambil menghayati MATEUS 5:43-48
- Ditutup : Bapa terima kasih…….
12. Doa mengakhiri Kegiatan.
13. Nyanyian Penutup : “Salam Damai”

- Doa Rosario  1 x
- Menghafalkan makna gerak 1, 2 dan 3 dari jurus S
- Latihan jurus S dan perlancar jurus A, I, S
LAKUKAN SETIAP HARI SAMPAI PERTEMUAN KE-5


Pertemuaan Ke - 5 : Jurus U


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N

TUJUAN




MATERI























PEMBIASAAN




1. Mampu memahami makna Jurus U : Puji syukur padaMu, Ya Tuhan.
2. Mampu menguasai gerak jurus U dengan benar.
3. Mampu menghayati sifat syukur.

1. Nyanyian Pembuka : PS-592, bait 1.
2. Doa Mengawali Kegiatan
3. Nyanyian PS - 592, bait 2
4. Baca Injil Lukas 17 : 11 - 19.
5. Renungan (oleh Pamong atau dalam hati masing-masing).
6. Nyanyian PS - 592, bait 3
7. Contoh dan makna masing-masing gerak jurus U:
* Gerak 1 : Menghindari bujukan dan godaan dunia.
* Gerak 2 : dengan selalu bersikap waspada.
* Gerak 3 : dan menebarkan jala kehidupan Kristus
sebagai perwujudan rasa syukur.
8. Pemanasan sebelum latihan.
9. Mengulang : ISA, ASI, SIA  3X
10. Latihan jurus U,
Diiringi Doa : memakai syair dari PS - 592
11. Doa meditatif, napas bayi, sambil duduk rileks
- Dibuka : Mari Masuk……..
- IS – EL @ 3 dtk.
Sambil menghayati Lukas 17 : 11 – 19 tadi
- Ditutup : Bapa terima kasih……….
12. Doa mengakhiri Kegiatan.
13. Nyanyian Penutup : “Salam Damai”


- Menghafalkan makna gerak 1, 2 dan 3 dari jurus U sampai
hafal luar kepala.

- Latihan jurus U sampai hafal dan perlancar jurus A I S U

- Selalu bersyukur dan tidak mengeluh atas apapun yang
terjadi

LAKUKAN SETIAP HARI SAMPAI PERTEMUAN KE-6






Pertemuaan Ke - 6 : Jurus R


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N

TUJUAN



MATERI























PEMBIASAAN




1. Mampu memahami makna Jurus R : Syukur atas sapta rahmat Roh Kudus.
2. Mampu menguasai/memperagakan gerak jurus R

1. Nyanyian Pembuka : PS-568, bait 1.
2. Doa Mengawali Kegiatan
3. Nyanyian PS - 568, bait 2
4. Baca firman Tuhan ROM 12 : 1 -12.
5. Renungan (oleh Pamong atau dalam hati masing-masing).
6. Nyanyian PS - 568, bait 3
7. Contoh dan makna masing-masing gerak jurus R:
* Gerak 1 : Dengan sapta rahmat Roh Kudus aku
akan kuat menanggung beban dunia.
* Gerak 2 : dan menolak dosa.
* Gerak 3 : serta bersujud kepada Allah, dan
berdoa bagi sesama umat.
8. Pemanasan sebelum latihan.
9. Mengulang : U, USIA, AUSI  3X
10. Latihan jurus R,
Diiringi Doa : memakai syair dari PS – 565
“ Datanglah, Ya Roh Pencipta”
11. Doa meditatif, napas bayi, - IS - TA - EL
- Dibuka : Mari Masuk …….
- Merenungkan PS - 18
- Ditutup : Bapa terima kasih…….
12. Doa mengakhiri Kegiatan.
13. Nyanyian Penutup : “Salam Damai”

- Menghafalkan makna gerak 1, 2 dan 3 dari jurus R sampai
hafal luar kepala.

- Latihan jurus R sampai hafal dan perlancar jurus A I S U R

- Mendoakan pastor paroki dan para pastor,biarawan
biarawati, supaya makin bahagia dalam menghayati imamat
serta panggilan luhur hidup mereka.

LAKUKAN SETIAP HARI SAMPAI PERTEMUAN KE-7






Pertemuaan Ke - 7 : Jurus T


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N

TUJUAN





MATERI
























PEMBIASAAN




1. Mampu memahami makna Jurus T : Aku kembali kejalan Tuhan, dengan bertobat atas dosa-dosaku
2. Mampu menguasai gerak jurus T.
3. Menghayati sakramen rekonsiliasi (tobat) dan pengurapan orang sakit.

1. Nyanyian Pembuka : PS-481, bait 1.
2. Doa Mengawali Kegiatan
3. Baca firman Tuhan YOH 1: 7-9 dan YAK 5: 14-16.
4. Renungan PS halaman 119
5. Nyanyian PS - 481, bait 2
6. Contoh dan makna masing-masing gerak jurus T:

* Gerak 1 : Godaan dunia saya tangkis
* Gerak 2 : dan dosa saya hindari sepanjang
hidupku.

7. Pemanasan sebelum latihan.
8. Mengulang : AISUR, RUSIA  3X
9. Latihan jurus T,
Diiringi Doa : - Saya mengaku ………..
- Agnus Dei…………….
10. Doa meditatif, napas bayi, - IS - EL

- Dibuka : Mari Masuk…..
- Mencoba menghayati Doa Tobat.
- Ditutup : Bapa terima kasih……

11. Doa mengakhiri Kegiatan.
12. Nyanyian Penutup : PS - 524

- Menghafalkan makna gerak 1 dan 2 dari jurus T
- Latihan jurus T sampai hafal
dan perlancar jurus A I S U R T
- Mendaraskan Mazmur 25
.

LAKUKAN SETIAP HARI SAMPAI PERTEMUAN KE-8.






Pertemuaan Ke - 8 : Jurus O


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N

TUJUAN




MATERI

























PEMBIASAAN




1. Mampu memahami makna Jurus O : Syukur dan tobat itulah obat kehidupanku.

2. Mampu memperagakan gerak jurus O dengan benar.

1. Nyanyian Pembuka : PS-621, bait 1.
2. Doa Mengawali Kegiatan
3. Nyanyian PS - 621, bait 2
4. Baca Injil Lukas 15 : 11 - 32.
5. Renungan (oleh Pamong atau dalam hati masing-masing).
6. Nyanyian PS - 621, bait 3
7. Contoh dan makna masing-masing gerak jurus O:

* Gerak 1 : Aku menghindari dosa.
* Gerak 2 & 3 : dengan mengandalkan kekuatan
doa,dan selalu maju dalam per-
satuan dengan Kristus.

8. Pemanasan sebelum latihan.
9. Mengulang jurus : A I S U R T  3X
10. Latihan jurus O,
Diiringi Doa : - Saya mengaku……..
- Agnus Dei………….
11. Doa meditatif, sambil duduk napas - IS - TA - EL -
- Dibuka : Mari Masuk……..
- Sambil merenungkan Doa Agnus Dei
- Ditutup : Bapa terima kasih……….
12. Doa mengakhiri Kegiatan.
13. Nyanyian Penutup : “Salam Damai”


- Menghafalkan arti/makna gerak 1, 2 dan 3 dari jurus O.
- Latihan jurus O sampai hafal
dan perlancar jurus A I S U R T O

- Mendoakan orang sakit dan yang sedang dalam cobaaan.

LAKUKAN SETIAP HARI SAMPAI PERTEMUAN KE-9






Pertemuaan Ke - 9 : AKHIR DARI TINGKATAN PRATAMA PDGA
JURUS “BUKAN SOMBONG”


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N

TUJUAN






MATERI





























1. Mampu menguasai gerak seluruh Jurus A I S U R T O

2. Mampu mengkombinasikangerak seluruh jurus AISURTO.

3. Mengenal jurus “Bukan sombong”


1. Nyanyian Pembuka : PS-695, bait 1-2.
2. Doa Mengawali Kegiatan
3. Nyanyian PS - 695, bait 3
4. Baca Injil YOH 1 : 2 : 9-17
5. Renungan (oleh Pamong atau dalam hati masing-masing).
6. Membahas ulang :

- Makna A I S U R T O
- Makna masing-masing gerak pada setiap jurus
AISURTO, sebagai sarana penghayatan iman.
- Iman sebagai “tenaga dalam”

7. Contoh dan makna masing-masing gerak jurus O:

* Gerak 1 : Bukan sombong yang aku cari,

* Gerak 2 : melainkan Iman sebiji sesawi,

* Gerak 3 : mencintai Tuhan Yesus dan Bunda
Maria sampai ku mati, inilah kesaksian
hidupku.

* Gerak 4 : Aku berasal dari tanah, akan kembali
ke tanah.

* Gerak 5 : Demi nama Bapa, Putra dan Roh kudus
Amin.

8. Pemanasan sebelum latihan.






Pertemuaan Ke - 9 : AKHIR DARI TINGKATAN PRATAMA PDGA
JURUS “BUKAN SOMBONG”


D A F T A R K E G I A T A N L A T I H A N

MATERI



























PEMBIASAAN




9. Latihan :

* Jurus “Bukan Sombong”

* Jurus A I S U R T O dengan doa sebagai berikut :

- Jurus A  doa Bapa Kami.
- Jurus I  nyanyian Kyrie…….
- Jurus S  jadilah sempurna…..
- Jurus U  syair lagu PS - 592
“Syukur kepada TUHAN”
- Jurus R  syair lagu PS – 565
“Datanglah, Ya Roh Pencipta”
- Jurus T  stasi JALAN SALIB
- Jurus O  doa “Aku mengaku….

* Memperagakan gerak AISURTO dengan dibuka
dan ditutup dengan jurus doa “Bukan Sombong”

10. Nyanyian “ Salam damai ”
11. Doa meditatif, dengan sikap duduk rileks :
- Dibuka : Mari Masuk……..
- Napas - IS - TA - EL -
- Ditutup : Bapa terima kasih……….
12. Doa mengakhiri Kegiatan.
13. Nyanyian Penutup :“Salam Maria” atau “Ratu Rosari”


- Hafalkan arti/makna gerak 1, 2, 3,4 dan 5 dari jurus
“Bukan Sombong”
- Latihan jurus “Bukan Sombong” sampai hafal
- Latihan lengkap jurus A I S U R T O

LAKUKAN SETIAP HARI SAMPAI PERTEMUAN PENUTUPAN.

DIANJURKAN PENUTUPAN LATIHAN PERSAUDARAAN DOA DALAM GERAK AISURTO DENGAN “ PERAYAAN EKARISTI “ OLEH PASTOR PAROKI / PASTOR KATEGORIAL.




VARIASI KOMBINASI JURUS A I S U R T O
(1)

VARIASI

KOMBINASI JURUS

JURUS
A I S U R T O

JURUS
AI IS SU UR RT TO OA

IA SI US RU TR OT AO

SA UI RS TU OR AT SO

AS IU SR UT RO TA OS

AU IR ST UO RA TI OU

OA OI OS OU OR OT OO


JURUS
AIS ISU SUR URT RTO TOA OAI

ASI IUS SRU RTU OTR OTA AOI

SIA USI RUS TRU ROT TAO IOA

SAI UIS RSU UTR ORT ATO AIO

ISA SUI URS TUR TOR OAT IAO

AUT IRT STO AUO TUI RAS RST

TUA TIR SOT OAU ITU SRA TSR


JURUS
AISU ISUR SURT URTO RTOA TOAI OAIS

ISAU SURI USRT TORU OTRU ATOI AISO

ASIU RSUI RUST RUOT TORA OATI OSAI

USIA USIR TRUS UOTR ROTA ITAO SIOA

ASUI SIRU STUR TRUO ORAT ATIO ASIO

ISUA RISU SRUT ROTU TROA OTIA ISAO







VARIASI KOMBINASI JURUS A I S U R T O

(2)

VARIASI

KOMBINASI JURUS

JURUS
AISUR ISURT SURTO URTOA RTOAI TOAIS OAISU

SARUI RITUS RUTSO RATUO TROAI TAOSI OSAUI

RUSIA TIRUS STURO TAURO TIORA ASTIO IASUO

SIARU SRITU OSRUT ATURO AROTI SIOTA UAOSI

USARI SITUR TRUSO OTARU IROTA OISTA SOIAU

JURUS
AISURT ISURTO SURTOA URTOAI RTOAIS TOAISU OAISUR

SARUTI SIORTU ASRUTO RUTAOI ORATIS ASOTIU OASIRU

TASIRU ROTISU URATSO ORITUA SIAROT USITAO IRASUO

URATSI TUROSI ATUROS ORAITU RATOSI UTIOSA USARIO

TURASI RITUSO RUTASO UTIARO OSITAR ATIUSO ARIOSU

JURUS
AISURTO TARISUO USARITO ARIOTUS RIASUTO ISATORU

ORASITU OSITARU RUSIATO OTIRUSA TUSIARO SARITUO

OTASIRU ROSITAU ITASURO SATIRUO ORITUAS ROTAUSI

IRUSOTA USOTRIA SURATIO TIOSARU TURIOSA UTARISO

OTASURI RUTOSIA SITORUA ATISURO SUARITO OSIRATU

Kombinasi jurus di atas hanya sebagai contoh. Silakan Anda mengembangkan kombinasi A I S U R T O untuk digunakan dalam melakukan DOA dalam GERAK.







Jurus A












Jurus I



DAMAI KRISTUS

P AKU MERENDAHKAN
DIRI DIHADAPAN TUHAN

























BERSAMA KEDUA ORG TUAKU JIWAKU MEMULIAKAN
& PARA LELUHURKU TUHAN






Jurus S












Jurus U












Jurus R












Jurus T












Jurus O
















Serial doa dalam gerak tubuh “ SEKAR KASIH “

TANDA SALIB

Persiapan : Berdiri tegak, relax, tangan lurus di samping badan, kaki terbuka selebar
bahu.

DOA GERAKAN NAPAS
Demi Nama Bapa Kedua tangan diangkat perlahan melalui depan perut terus ke atas kepala membentuk huruf V, jari-jari tangan menunjuk ke atas, telapak tangan ke arah dalam. Seluruh badan diangkat setinggi mungkin tanpa jingkit Isap (is)


Tahan Se- bentar (ta)
Dan Putra Kedua telapak tangan bertemu di atas kepala, ditarik ke belakang kepala, menekan kepala sedikit ke depan. Kemudian kedua tangan didorong ke samping kiri dan kanan sejauh mungkin, jari-jari tangan menghadap ke atas. Lepas (el)
Dan Roh Kudus Kedua tangan membuat gerakan memutar ke depan, terus ditarik ke depan dada, kedua telapak tangan menghadap ke arah depan dada tanpa bersentuhan.
Kedua tangan kembali ke depan, memutar ke samping, terus ke bawah dan kedepan dada lagi membentuk sikap sembah. Is




Ta
Amin Kedua tangan turun ke bawah kiri dan kanan ke arah samping paha. Telapak tangan menghadap ke bawah. Kedua kaki agak ditekuk. Kemudian badan tegak kembali. El

LATIHAN PERNAPASAN

Latihan Pernapasan meliputi 7 (tujuh) tahapan:

Tahap 1 is – el
Tahap 2 is – ta – el
Tahap 3 is – ta – el – ta
Tahap 4 is……………
Tahap 5 ta……………
Tahap 6 el……………
Tahap 7 is – el








Serial doa dalam gerak tubuh “ SEKAR KASIH “

BAPA KAMI

Persiapan : Berdiri tegak, relax, tangan lurus di samping badan, kaki terbuka selebar
bahu.

DOA GERAKAN NAPAS
Bapa Kami yang ada di surga
Kedua tangan menunjuk tanah, menunjuk ujung- ujung kaki, naik ke atas menunjuk tubuh, leher dan kepala, terus diangkat lurus keatas. Is

Dimuliakanlah namaMU
Kedua tangan bergerak memutar ke belakang ke samping kiri kanan, terus ke bawah, dari bawah digerakan ke depan bersama-sama. Kedua telapak tangan menghadap ke atas, posisi tangan sejajar. El
Datanglah kerajaanMU Kedua tangan bergerak ke bawah ke samping kiri kanan sejajar bahu . Is
Jadilah kehendakMU Kedua tangan diputar ke depan 2x El
Di atas Bumi
Kedua tangan bergerak ke bawah, bersama itu pula badan dibungkukkan. Is
Seperti di dalam Surga
Kedua tangan diangkat, badan ditegakkan, posisi kedua tangan sejajar di pusar, telapak tangan menengadah ke atas. El
Berilah kami rejeki pada hari ini Kedua tangan diangkat melalui depan dada sampai dibawah dagu, seolah-olah menyangga. Is
Dan ampunilah kesalahan kami Kedua tangan bersilangan di depan dada, tangan kiri di bawah. Posisi badan mendhak/turun sedikit. El
Seperti kami pun mengampuni yang
Bersalah kepada kami Kedua tangan bergerak turun berhenti di samping luar perut, posisi tangan sejajar, telapak tangan menengadah. Posisi badan lebih turun sedikit. Is
Dan janganlah masukan kami ke dalam pencobaan Tangan kanan bergerak ke bahu atas kiri. Tangan kiri bergerak menempel perut, telapak tangan di pinggang kanan. El
Tetapi bebaskanlah kami Kedua tangan bergerak ke depan sejajar bahu, kedua telapak tangan bertolak belakang, terus bergerak berputar ke kiri-kanan, telapak tangan terbuka megar. Is
dari yang jahat
Kedua telapak tangan meremas menjadi genggaman tangan, terus berputar bergerak ke bawah sambil menggenggam sampai dada. Is
Amin
Kedua tangan bergerak membuka membentuk sembah kemudian lepaskan ke bawah, kedua tangan berada di samping kiri-kanan, posisi badan dalam keadaan tegak kembali. El








Serial doa dalam gerak tubuh “ SEKAR KASIH “

SALAM MARIA

Persiapan : Berdiri tegak, relax, tangan lurus di samping badan, kaki terbuka selebar
bahu.

DOA GERAKAN NAPAS
Salam Maria Kedua tangan diangkat, telapak tangan bertemu di depan dada, membentuk sembah. Is
Penuh Rahmat, Tuhan sertamu Kedua tangan diangkat lurus ke atass kepala. Kedua telapak tangan saling mengatup. Is
Terpujilah Engkau di antara wanita Kedua tangan turun lagi membentuk gerakan sembah di depan hidung. Ta
Dan terpujilah buah tubuhmu Jesus Kedua tangan didorong ke samping kiri-kanan, jari-jari menghadap ke atas. El
Santa Maria, Bunda Allah Telapak tangan diputar sampai menghadap ke atas sambil lengan berputar ke depan 2 kali. Is
Doakanlah kami yang berdosa ini
Kedua telapak tangan mengepal, terus ditarik ke depan dada, posisi badan menurun/merendah, kaki ditekuk. Is
sekarang
Kaki ditekuk, kedua telapak tangan turun ke depan perut terbuka menghadap ke arah atas. Ta
Dan pada waktu kami mati Kedua tangan diluruskan ke depan dada, telapak tangan terbuka ke arah atas. El
Amin

Kedua tangan ditarik ke depan dada, sikap sembah, terus turun ke samping kanan kiri badan. Kemudian badan langsung tegak kembali. El























Serial doa dalam gerak tubuh “ SEKAR KASIH “

KEMULIAAN

Persiapan : Berdiri tegak, relax, tangan lurus di samping badan, kaki terbuka selebar
bahu.

DOA GERAKAN NAPAS
Kemuliaan kepada Bapa Kedua tangan diangkat melalui depan dada, terus ke atas kepala membentuk huruf V. Kedua telapak tangan menghadap ke dalam. Dilanjutkan, kedua telapak tangan bertemu di atas kepala, turun menyembah di depan hidung. Is

Ta
Dan Putra Kedua tangan didorong ke kiri dan kanan, jari-jari menghadap ke atas, sambil kaki kiri maju ke depan. Kedua tangan ditarik lagi menyembah di depan hidung. El
Dan Roh Kudus Kedua tangan membentuk gerakan melingkar ke bawah, samping dan depan. Kedua telapak tangan bertemu lurus di depan dada, ditarik dan membentuk sembah lagi. Is

Ta
Seperti pada permulaan Badan dibungkukkan, kedua tangan membentuk setengah lingkaran ke bawah, sejauh mungkin ke belakang. El
Sekarang Badan ditegakkan kembali, kedua tangan lurus ke depan, telapak tangan menghadap ke bawah, tangan kanan-kiri bersama-sama diputar ke bawah belakang atas, dua kali. Is

Ta
Selalu Tangan kiri diputar ke bawah, belakang, atas, kembali ke depan lagi. El
Dan sepanjang segala masa Badan mendhak, kedua tangan lurus ke depan, telapak tangan menghadap ke atas, tangan kanan-kiri bersama-sama diputar ke bawah belakang ke atas dua kali. Is
Amin Tangan ditarik ke depan hidung, menyembah, kaki tetap mendhak.
Kedua telapak tangan didorong ke samping bawah. Kemudian badan tegak kembali. Ta

El















DASAR TEOLOGIS JURUS AISURTO

Sejumlah Jurus Inti THS-THM ada 7 (tujuh). Jumlah ini mengingatkan kita kepada Tujuh Sakramen Gerejani. Tujuh jurus tersebut adalah A, I, S, U, R, T, O. Ketujuh jurus tersebut memiliki dasar Teologis yang tidak lepas dari ajaran Gereja.

A
adalah singkatan dari Allah yang adalah Bapa”ku”, Bapa”mu, Bapa “kami, Bapa “kita” umat manusia ( Matius 6 : 9 – 13 )

I
adalah singkatan dari Iesu atau Yesus Kristus adalah Tuhan Penyelamatku melalui wafat di kayu salib dan bangkit. Barang siapa percaya bahwa Yesus telah bangkit, ia akan selamat. (Roma 10 : 9)

S
adalah singkatan dari Sempurnakanlah hidupmu seperti Bapamu di surga sempurna adanya (Matius 5 : 48). Kesempurnaan ini dicapai melalui 4 S, yaitu:
1. Sanctitas : Kesucian
2. Sanitas : Kesehatan
3. Scientia : Ilmu Pengetahuan
4. Socialitas : Kemasyarakatan ( tidak individualis atau egois )
U
adalah singkatan dari “ menghunjukan syUkUr kepada Allah”, bersama Maria ketika menerima kabar gembira, syukur berserah pada Allah bersama Maria meskipun tahu akan menderita, syukur karena Maria menjadi perantara rahmat Allah. Ya Maria, kami anak-anakmu mohon untuk dibantu mencapai keberhasilansuatu kegiatan / usaha. Menghunjukan syukur bersama Maria, artinya olah raga ini digunakan untuk bersyukur, tidak untuk mencari kesaktian atau kehebatan fisik. “Jiwaku memuliakan Tuhan, hatiku bergembira karena Allah Juru Selamatku”.( Lukas 1 : 46 - 47 )

R
adalah singkatan dari Roh Kudus, artinya dalam kebersamaan kita bersama Bunda Maria yang mana Roh Kudus berperan. Syukur dipersembahkan untuk memuliakan Allah Bapa, Allah Putra dan Roh Kudus. Dimana Maria hadir di situ Roh kudus hadir. Peranan Roh Kudus dan peranan Maria, berasal dari peranan Allah. Maria adalah satu-satunya “manusia yang mewakili umat manusia, karena dipilih oleh Allah sendiri dan dipenuhi dengan Peranan Roh Kudus”, bukan karena sombong melainkan karena kerendahan hati Maria dan kesetiaan Roh Kudus. Menghormati Roh Kudus tanpa menghormati Maria adalah kesombongan diri manusia.

T
adalah singkatan dari kata Tobat (Markus 1 : 4); Talenta (Matius 25 : 14 - 30); Taat (Lukas 1 : 38 dan Matius 26 : 39) artinya olah raga ini merupakan sarana untuk pertobatan dan ketaatan kepada Bapa Uskup (Gereja), Negara (Ibu Pertiwi / orang tua), dan Organisasi (Markus 12 : 17)

O
adalah singkatan dari kata Obat yang artinya Obat yang paling mujarab adalah selalu bersyukur dan selalu bertobat pada Allah. Berusaha menjadi rendah hati menjadi proses kepribadian Kristiani sampai saat mati. “Pemrosesan” dari organisasi THS- THM adalah melaksanakan Cinta Kasih yang menjadi Hukum yang terutama (Markus 12 : 28 -34). Organisasi katolik ini dalam panduan Matius 23 : 8 – 12. tidak ada Guru Besar “Model Perguruan Pencak Silat biasanya”
Penurunan persamaan gelombang stasioner pada ujung terikat atau ujung tetap

Persamaan gelombang datang :
y1 = A sin (ωt – k(l - x))
Persamaan gelombang pantul :
y2 = A sin [(ωt - k(l + x)) + 180o], ditambah 180o, karena terjadi loncatan fase ½ pada ujung terikat
Karena : sin (α + 180o) = -sin α , maka :
y2 = -A sin (ωt - k(l + x))

yp = y1 + y2
yp = A sin (ωt – k(l - x)) - A sin (ωt - k(l + x))
yp = A { sin (ωt – k(l - x)) - sin (ωt - k(l + x))}
yp = A { sin (ωt – kl + kx) - sin (ωt - kl - kx)}


Karena : sin A - sin B = 2 cos ½ (A+B).sin ½ (A-B)
Maka :
yp = A{2 cos ½ ((ωt – kl + kx) + (ωt - kl - kx)).
sin ½ ((ωt – kl + kx) - (ωt - kl - kx))}
yp = A{2 cos ½ (ωt – kl + kx + ωt - kl - kx).
sin ½ (ωt – kl + kx - ωt + kl + kx)}
yp = 2A cos ½ (2 ωt – 2 kl).sin ½ (2kx)
yp = 2A cos (ωt – kl).sin kx
atau
yp = 2A sin kx . cos (ωt – kl)
atau
yp = Ap. cos (ωt – kl)
Ap = 2A sin kx

Dimana:
l = panjang dawai (tali),
AP = amplitudo gelombang stasioner,
x = jarak titik P terhadap ujung pemantul

Letak perut dari ujung pemantul
x = kelipatan ganjil x ¼ panjang gelombang
x = (2n + 1) . 1/4 λ
n = 0, 1, 2, 3, ... dst
n = 0  perut 1
n = 1  perut 2, dst

Letak simpul dari ujung pemantul
x = kelipatan genap x ¼ panjang gelombang
x = (2n) . 1/4 λ
n = 0, 1, 2, 3, ... dst
n = 0  simpul 1
n = 1  simpul 2, dst



Penurunan persamaan gelombang stasioner pada ujung bebas

Persamaan gelombang datang :
y1 = A sin (ωt – k(l - x))
Persamaan gelombang pantul :
y2 = A sin [(ωt - k(l + x)),

yp = y1 + y2
yp = A sin (ωt – k(l - x)) + A sin (ωt - k(l + x))
yp = A { sin (ωt – k(l - x)) + sin (ωt - k(l + x))}
yp = A { sin (ωt – kl + kx) + sin (ωt - kl - kx)}


Karena : sin A + sin B = 2 sin ½ (A+B).cos ½ (A-B)
Maka :
yp = A{2 sin ½ ((ωt – kl + kx) + (ωt - kl - kx)).
cos ½ ((ωt – kl + kx) - (ωt - kl - kx))}
yp = A{2 sin ½ (ωt – kl + kx + ωt - kl - kx).
cos ½ (ωt – kl + kx - ωt + kl + kx)}
yp = 2A sin ½ (2 ωt – 2 kl).cos ½ (2kx)
yp = 2A sin (ωt – kl).cos kx
atau
yp = 2A cos kx . sin (ωt – kl)

atau
yp = Ap. sin (ωt – kl)
Ap = 2A cos kx

Dimana:
L = panjang dawai (tali),
AP = amplitudo gelombang stasioner,
x = jarak titik P terhadap ujung pemantul

Letak perut dari ujung pemantul
x = kelipatan genap x ¼ panjang gelombang
x = (2n) . 1/4 λ
n = 0, 1, 2, 3, ... dst
n = 0  perut 1
n = 1  perut 2, dst

Letak simpul dari ujung pemantul
x = kelipatan ganjil x ¼ panjang gelombang
x = (2n + 1) . 1/4 λ
n = 0, 1, 2, 3, ... dst
n = 0  simpul 1
n = 1  simpul 2, dst
PENGARUH BUDAYA ASING BAGI BUDAYA BANGSA INDONESIA
March 19, 2009 by rinahistory
Kepulauan Indonesia, pada zaman kuno terletak pada jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Letaknya dalam jalur perdagangan internasional ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan sejarah kuno Indonesia. Kehadiran orang India di kepulauan Indonesia memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan di berbagai bidang di wilayah Indonesia.
Hal itu terjadi melalui proses akulturasi kebudayaan, yaitu proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan sama sekali masing-masing ciri khas dari kebudayaan lama.

Pengaruh Budaya Vietnam bagi budaya bangsa Indonesia pada Masyarakat Prasejarah Indonesia
Masuknya kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Kebudayaan tersebut yaitu Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh, dan Kebudayaan India. Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh terdapat di daerah Vietnam bagian Utara dan Selatan.
Masyarakat Dongson hidup di lembah Sungai Ma, Ca, dan Sungai Merah, sedang masyarakat Sa Huynh hidup di Vietnam bagian Salatan. Ada pada tahun 40.000 SM- 500 SM. Kebudayaan tersebut berasal dari zaman Pleistosein akhir. Proses migrasi ke tiga kebudayaan tersebut berlangsung antara 2000 SM-300 SM. Menyebabkan menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar), Mesolitikum (batu madya),Neolithikum (batu halus), dan kebudayaan Perunggu. Terdapat 2 jalur penyebaran kebudayaan tersebut:
1. Jalur barat, dengan peninggalan berupa kapak persegi
2. Jalur Timur, dengan ciri khas peninggalan kebudayaan kapak lonjong. Pada zaman perunggu, kapak lonjong ditemukan di Formosa, Filipina, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya.


A. BUDAYA BACSON-HOABINH
Diperkirakan berasal dari tahun 10.000 SM-4000 SM, kira-kira tahun 7000 SM.
Awalnya masyarakat Bacson-Hoabinh hanya menggunkan alat dari gerabah yang sederhana berupa serpihan-serpihan batu tetapi pada tahun 600 SM mengalami dalam bentuk batu-batu yang menyerupai kapak yang berfungsi sebagai alat pemotong. Bentuknya ada yang lonjong, segi empat, segitiga, dan ada yang berbentuk berpinggang. Ditemukan pula alat-alat serpih, batu giling dari berbagai ukuran, alat-alat dari tulang dan sisa-sisa tulang belulang manusia yang dikuburkan dalam posisi terlipat serta ditaburi zat warna merah.
Ditemukan dalam penggalian di pegunungan batu kapur di daerah Vietnam bagian utara, yaitu di daerah Bacson pegunungan Hoabinh.
Istilah Bacson-Hoabinh digunakan sejak tahun 1920-an untuk menunjukkan tempat pembuatan alat-alat batu yang memiliki ciri dipangkas pada satu/ dua sisi permukaannya. Batu kali yang berukuran lebih kurang satu kepalan dan seringkali seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam. Ditemukan di seluruh wilayah Asia Tenggara, hingga Myanmar (Burma) di barat dan ke utara hingga propinsi-propinsi Selatan, antara 1800 dan 3000 tahun yang lalu.
Di Indonesia, alat-alat dari kebudayaan Bacson-Hoabinh dapat ditemukan di daerah Sumatera, Jawa (lembah Sungai Bengawan Solo), Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua (Irian Jaya). Di Sumatera letaknya di daerah Lhokseumawe dan Medan.
Penyelidikan tentang persebaran kapak Sumatera dan kapak Pendek membawa kita melihat daerah Tonkin di Indocina dimana ditemukan pusat kebudayaan Prasejarah di pegunungan Bacson dan daerah Hoabinh yang letaknya saling berdekatan.
Alat-alat yang ditemukan di daerah tersebut menunjukkan kebudayaan Mesolitikum. Dimana kapak-kapak tersebut dikerjakan secara kasar. Terdapat pula kapak yang sudah diasah tajam, hal ini menunjukkan kebudayaan Proto Neolitikum. Diantara kapak tersebut terdapat jenis pebbles yaitu kapak Sumatera dan kapak pendek.
Mme Madeline Colani, seorang ahli prasejarah Perancis menyebutkan/ memberi nama alat-alat tersebut sebagai kebudayaan Bacson-Hoabinh. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Tonkin merupakan pusat kebudayaan Asia Tenggara. Dari daerah tersebut kebudayaan ini sampai ke Indonesia melalui Semenanjung Malaya (Malaysia Barat) dan Thailand.
Di Tonkin tinggal 2 jenis bangsa, yaitu Papua Melanosoid dan Europaeide. Selain itu ada jenis Mongoloid dan australoid.
1. Bangsa Papua Melanosoid, merupakan bangsa yang daerah penyebarannya paling luas, meliputi Hindia Belakang, Indonesia hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik. Bangsa ini memiliki kebudayaan Mesolitikum yang belum di asah (pebbles).
2. Bangsa Mongoloid, merupakan bangsa yang memiliki kebudayaan yang lebih tinggi, yaitu proto-neolitikum (sudah diasah).
3. Bangsa Austronesia, merupakan percampuran dari bangsa Melanesoid dan Europaeide. Pada zaman Neolitikum bangsa ini tersebar ke seluruh Kepulauan Indonesia.

B. BUDAYA DONG SON
o Kebudayaan Dongson merupakan kebudayaan perunggu yang ada di Asia Tenggara. Daerah ini merupakan pusat kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Di daerah ini ditemukan segala macam alat-alat perunggu, alat-alat dari besi serta kuburan dari masa itu. Dongson adalah nama daerah di Tonkin, merupakan tempat penyelidikan yang pertama.
o Diperkirakan kebudayaan ini berlangsung pada tahun 1500 SM-500 SM. Bertempat di kawasan Sungai Ma, Vietnam
o Di daerah tersebut pada tahun 1920 ditemukan alat-alat perunggu diperkirakan berkaitan dengan kebudayaan Yunan, sebelah barat daya Cina, dan berbagai tempat di Indonesia. Meskipun benda-benda perunggu telah ada sebelum tahun 500 SM terdiri atas kapak corong (corong merupakan pangkal yang berongga untuk memasukkan tangkai atau pegangannya) dan ujung tombak, sabit bercorong, ujung tombok bertangkai, mata panah, dan benda-benda kecil lainnya.
o Kebudayaan Dongson di Indonesia diwujudkan melalui berbagai hasil kebudayaan perunggu, nekara, dan alat besi. Di Indonesia nekara ditemukan di Selayar, Sulawesi Selatan. Di Bali ditemukan nekara yang terbesar yaitu di daerah Pejeng. Nekara merupakan perlengkapan upacara persembahan yang dilakukan masyarakat prasejarah, dimana pada nekara tersebut terdapat hiasan mengenai sistem kehidupan dan kebudayaan saat itu. Moko (sejenis nekara yang bentuknya lebih kecil) ditemukan di Pulau Alor. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan Indonesia merupakan salah satu bagian dari kebudayaan perunggu di Asia Tenggara.
o Kurang lebih 56 Nekara dapat ditemukan di beberapa wilayah Indonesia dan terbanyak nekara ditemukan di Sumatera, Jawa, dan Maluku Selatan.
o Nekara yang penting ditemukan di Indonesia adalah nekara Makalaman dari Pulau Sangeang dekat Sumbawa dengan hiasan gambar orang-orang berseragam menyerupai pakaian dianasti Han (Cina)/ Kushan (India Utara)/ Satavahana (India Tengah)
o Selain nekara ditemukan juga benda-benda perunggu lainnya seperti patung-patung, peralatan rumah tangga, peralatan bertani maupun perhiasan-perhiasan.
o Bagi Indonesia penemuan benda kebudayaan Dong Son sangat penting. Hal ini dikarenakan benda-benda logam yang ditemukan di wilayah Indonesia pada umumnya bercorak Dong Son, bukan mendapat pengaruh budaya logam dari Cina maupun India.
o Hal ini terlihat dari kesamaan corak hiasan dari bahan-bahan yang digunkan. Contoh: Nekara Tipe Heger I memiliki kesamaan dengan nekara yang paling bagus dan tua di Vietnam, dimana nekara ini memiliki lajur hiasan yang disusun mendatar bergambar manusia, hewan dan pola geometris.
o Dari penemuan benda budaya Dong Son diketahui cara pembuatannya dengan menggunakn teknik cetak lilin.
o Masa ini telah terjadi tukar menukar dan perdagangan antar masyarakat dengan alat-alat gerabah dari perunggu sebagai komoditi barter. Selain itu, sebagai objek dari simbol kemewahan dan alat-alat sakti yang dapat mendatangkan kekuatan gaib.
o Kebudayaan Dongson sampai ke Indonesia melalui jalur Barat yaitu Semenanjung Malaya. Pembawa kebudayaan ini adalah bangsa Austronesia.
o Pendapat tentang kebudayaan Dongson, sampai kepulauan Indonesia terbagi dalam 2 tahap:
- Zaman Neolithikum, berlangsung kurang lebih sejak 2000 SM, merupakan zaman batu tulis, zaman kebudayaan kapak persegi
- Zaman Perunggu, kurang lebih sejak 500 SM, merupakan kebudayaan kapak sepatu, nekara, dan candrasa.
o Penyebaran kebudayaan Dongson tersebut menyebabkan terbaginya kebudayaan di Indonesia menjadi 2, yaitu:
- Kebudayaan Melayu Tua (Proto Melayu) di Masyarakat Dayak Pedalaman
- Kebudayaan Melayu Muda (Deutero Melayu) di masyarakat Bali Aga dan Lombok

C. BUDAYA SA HUYNH
•Kebudayaan Sa Huynh diperkirakan berlangsung tahun 600 SM-1 M.
•Pada dasarnya merupakan kebudayaan yang mirip dengan Kebudayaan Dongson. Karena peralatan yang banyak dipakai dalam kebudayaan Sa Huynh adalah dari kebudayaan Dong Son.
•Budaya Sa Huynh ditemukan di kawasan pantai Vietnam Tengah ke Selatan sampai lembah sungai Mekong.
•Budaya Sa Huynh ada di Vietnam bagian Selatan didukung oleh suatu kelompok penduduk yang berbahasa Austronesia (Cham) yang diperkirakan berasal dari kepulauan Indonesia.
•Orang-orang Cham pernah mengembangkan peradaban yang dipengaruhi oleh budaya India Champa tetapi akhirnya dikalahkan oleh penduduk Vietnam sekarang yang hanya merupakan kelompok minoritas hingga sekarang.
•Orang-orang Cham merupakan kelompok masyarakat yang menggunakan bahasa Austronesia dan mempunyai kedekatan kebangsaan dengan masyarakat yang tinggal di kepulauan Indonesia.
•Kebudayaan Sa Huynh diketahui melalui penemuan kubur tempayan (jenazah dimasukkan ke dalam tempayan besar). Penguburan tersebut adalah adat kebiasan yang dibawa oleh orang-orang Cham ke kepulauan Indonesia sebab penguburan dengan cara ini bukan merupakan budaya Dong Son maupun budaya yang lain.
•Kebudayaan dalam bentuk tempayan kubur yang ditemukan di Sa Huynh memiliki persamaan dengan tempayan kubur yang ditemukan di Laut Sulawesi.
•Kebudayaan Sa Huynh yang ditemukan meliputi berbagai alat yang bertangkai corong seperti sikap, tembilang, dan kapak. Namun ada pula yang tidak bercorong seperti sabit, pisau bertangkai, kumparan tenun, cincin, dan gelang berbentuk spiral.
•Teknologi pembutan peralatan besi yang diperkenalkan ke daerah Sa Huynh berasal dari daerah Cina. Benda perunggu yang ditemukan di daerah Sa Huynh berupa beberapa perhiasan, seperti gelang , lonceng, dan bejana-bejana kecil. Ditemukan pula manik-manik emas yang langka dan kawat perak serta manik-manik kaca dari batu agate bergaris dan berbagai manik-manik Carnelian (bundar, berbentuk cerutu). Ditemukan alat-alat dari perunggu seperti bejana kecil, selain itu terdapat gelang-gelang dan perhiasan-perhiasan
•Meskipun hubungan langsung dengan pusat-pusat pembuatan benda-benda perunggu di daerah Dong Son sangat terbatas terbukti dengan penemuan 7 buah nekara tipe Heger I di daerah Selatan Vietnam dari 130 nekara yang berhasil ditemukan hingga tahun 1990.
•Benda-benda perunggu yang tersebar ke wilayah Indonesia melalui 2 jalur, yaitu:
a. Jalur darat : Muangthai dan Malaysia terus ke kepulauan Indonesia
b. Jalur laut : Menyeberang lautan dan terus tersebar di daerah kepulauan Indonesia

BUDAYA INDIA
Orang India menyebarkan kebudayaannya melalui hasil karya sastra, yang berbahasa Sansekerta dan Tamil yang berkembang di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Pada abad 1-5 M di Indonesia muncul pusat-pusat perdagangan terutama pada daerah yang dekat dengan jalur perdagangan tersebut. Awalnya hanya sebagai tempat persinggahan tetapi akhirnya orang Indonesia ikut dalam kegiatan perdagangan sehingga Indonesia menjadi pusat pertemuan antar para pedagang, termasuk pedagang India.
Hal ini menyebabkan masuknya pengaruh budaya India pada berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia. Terlihat dengan masyarakat Indonesia yang akhirnya memeluk agama Hindu-Budha serta berdirinya kerajaan-kerajaan di Indonesia yang mendapat pengaruh India seperti Kutai, Tarumanegara, dsb.
Transfer kebudayaan India merupakan tahapan terakhir dari masa budaya pra sejarah setelah tahun 500 SM. Penyebarannya melalui proses perdagangan, yaitu jalur maritim melalui kawasan Malaka. Jalur perdagangan antar bangsa tersebut kemudian lebih dikenal dengan jalur Sutera. Bukti arkeologisnya ditemukan manik-manik berbahan kaca dan serpihan-serpihan kaca yang bertuliskan huruf Brahmi.
Kebudayan Indonesia pada zaman kuno mempunyai fungsi strategis dalam jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Hubungan perdagangan Indonesia-India jauh lebih awal jika dibandingkan dengan hubungan Indonesia-Cina. Dimana hubungan perdagangan Indonesia India telah terjalin sejak awal abad 1 M. Hubungan dagang tersebut kemudian berkembang menjadi proses penyebaran kebudayaan. Penyebaran budaya India tersebut menyebabkan:
a. Tersebarnya agama Hindu-Budha di kalangan masyarakat Indonesia
b. Dikenalnya sistem pemerintahan kerajaan
c. Dikenalnya bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa yang menandai masuknya zaman sejarah bagi masyarakat kepulauan Indonesia
d. Budaya India tersebut meninggalkan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia terutama pada seni ukir, pahat, dan tulisan.
Kebudayaan India yang memegang peranan penting dalam perkembangan masyarakat prasejarah menjadi masyarakat sejarah.
Pengaruh Indonesia yang sampai India :
1. Perahu bercadik milik bangsa Indonesia mempengaruhi penggunaan perahu bercadik di India Selatan (Menurut Hornell)
2. Kelapa asli dari Indonesia yang dijadikan barang perdagangan hingga samapai di India.
Pengaruh India di Indonesia dapat dilihat dengan adanya:
1. Arca Buddha dari Perunggu di Sempaga, Sulawesi Selatan, yang memperlihatkan langgam seni Amarawati (India Selatan pada Abad 2-5 SM).
2. Selain itu ditemukan arca sejenis di daerah Jember, Jawa Timur, dan daerah Bukit Siguntang, Sumatera Selatan.
3. Ditemukan arca Budha di Kutai, yang berlanggam seni arca Gunahasa, di India Utara.

Pengaruh Budaya India yang masuk ke Indonesia antara lain terlihat dalam bidang:
1. Budaya
Pengaruh budaya India di Indonesia sangat besar bahkan begitu mudah diterima di Indonesia hal ini dikarenakan unsur-unsur budaya tersebut telah ada dalam kebudayaan asli bangsa Indonesia, sehingga hal-hal baru yang mereka bawa mudah diserap dan dijadikan pelengkap.
Pengaruh kebudayaan India dalam kebudayaan Indonesia tampak pada:
•Seni Bangunan
Akulturasi dalam seni bangunan tampak pada bentuk bangunan candi.
Di India, candi merupakan kuil untuk memuja para dewa dengan bentuk stupa.
Di Indonesia, candi selain sebagai tempat pemujaan, juga berfungsi sebagai makam raja atau untuk tempat menyimpan abu jenazah sang raja yang telah meninggal. Candi sebagai tanda penghormatan masyarakat kerajaan tersebut terhadap sang raja.
Contohnya:
Candi Kidal (di Malang), merupakan tempat Anusapati di perabukan.
Candi Jago (di Malang), merupakan tempat Wisnuwardhana di perabukan.
Candi Singosari (di Malang) merupakan tempat Kertanegara diperabukan.
Di atas makam sang raja biasanya didirikan patung raja yang mirip (merupakan perwujudan) dengan dewa yang dipujanya. Hal ini sebagai perpaduaan antara fungsi candi di India dan tradisi pemakaman dan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia. Sehingga, bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya adalah punden berundak, yaitu bangunan tempat pemujaan roh nenek moyang.
Contoh ini dapat dilihat pada bangunan candi Borobudur.
•Seni rupa, dan seni ukir.
Akulturasi dalam bidang seni rupa, dan seni ukir terlihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding candi.
Sebagai contoh: relief yang dipahatkan pada Candi Borobudur bukan hanya menggambarkan riwayat sang budha tetapi juga terdapat relief yang menggambarkan lingkungan alam Indonesia. Terdapat pula relief yang menggambarkan bentuk perahu bercadik yang menggambarkan kegiatan nenek moyang bangsa Indonesia pada masa itu.
•Seni Hias
Unsur-unsur India tampak pada hiasan-hiasan yang ada di Indonesia meskipun dapat dikatakan secara keseluruhan hiasan tersebut merupakan hiasan khas Indonesia.
Contoh hiasan : gelang, cincin, manik-manik.
•Aksara/tulisan
Berdasarkan bukti-bukti tertulis yang terdapat pada prasasti-prasasti(abad 5 M) tampak bahwa bangsa Indonesia telah mengenal huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Huruf Pallawa yang telah di-Indonesiakan dikenal dengan nama huruf Kawi. Sejak prasasti Dinoyo (760 M) maka huruf Kawi ini menjadi huruf yang dipakai di Indonesia dan bahasa Sansekerta tidak dipakai lagi dalam prasasti tetapi yang dipakai bahasa Kawi.Prasasti Dinoyo berhubungan erat dengan Candi Badut yang ada di Malang.
•Kesusastraan
Setelah kebudayaan tulis seni sastrapun mulai berkembang dengan pesat.
Seni sastra berbentuk prosa dan tembang (puisi). Tembang jawa kuno umumnya disebut kakawin. Irama kakawin didasarkan pada irama dari India.
Berdasarkan isinya, kesusastraan tersebut terdiri atas kitab keagamaan (tutur/pitutur), kitab hukum, kitab wiracarita (kepahlawanan) serta kitab cerita lainnya yang bertutur mengenai masalah keagamaan atau kesusilaan serta uraian sejarah, seperti Negarakertagama.
Bentuk wiracarita ternyata sangat terkenal di Indonesia, terutama kisah Ramayana dan Mahabarata. Kisah India itu kemudian digubah oleh para pujangga Indonesia, seperti Baratayudha yang digubah oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh. Berkembangnya karya sastra, terutama yang bersumber dari kisah Mahabarata dan Ramayana, telah melahirkan seni pertunjukan wayang kulit(wayang purwa).
Pertunjukkan wayang banyak mengandung nilai yang bersifat mendidik. Cerita dalam pertunjukkan wayang berasal dari India, tetapi wayangnya sendiri asli Indonesia. Bahkan muncul pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonesia seperti tokoh punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Tokoh-tokoh ini tidak ditemukan di India.

2. Pemerintahan
Sebelum kedatangan bangsa India, bangsa Indonesia telah mengenal sistem pemerintahan tetapi masih secara sederhana yaitu semacam pemerintahan di suatu desa atau daerah tertentu dimana rakyat mengangkat seorang pemimpin atau kepala suku. Orang yang dipilih sebagai pemimpin biasanya adalah orang yang senior, arif, berwibawa, dapat membimbing serta memiliki kelebihan tertentu , termasuk dalam bidang ekonomi maupun dalam hal kekuatan gaib atau kesaktian.
Masuknya pengaruh India menyebabkan muncul sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan, yang diperintah oleh seorang raja secara turun-temurun. Peran raja di Indonesia berbeda dengan di India dimana raja memerintah dengan kekuasaan mutlak untuk menentukan segalanya. Di Indonesia, raja memerintah atas nama desa-desa dan daerah-daerah. Raja bertindak ke luar sebagai wakil rakyat yang mendapat wewenang penuh. Sedangkan ke dalam, raja sebagai lambang nenek moyang yang didewakan.

3. Sosial
Kehidupan sosial masyarakat di Indonesia mengikuti perkembangan zaman yang ada. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia menerima dengan terbuka unsur-unsur yang datang dari luar, tetapi perkembangannya selalu disesuaikan dengan tradisi bangsa Indonesia sendiri.
Masuknya pengaruh India di Indonesia menyebabkan mulai adanya penerapan hukuman terhadap para pelanggar peraturan atau undang-undang juga diberlakukan. Hukum dan Peraturan menunjukkan bahwa suatu masyarakat itu sudah teratur dan rapi. Kehidupan sosial masyarakat Indonesia juga tampak pada sistem gotong-royong.
Dalam perkembangannya kehidupan sosial masyarakat Indonesia distratifikasikan berdasarkan kasta dan kedudukan dalam masyarakat (mulai mengenal sistem kasta)

4. Kepercayaan
Sebelum pengaruh India berkembang di Indonesia, masyarakat telah mengenal dan memiliki kepercayaan, yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang dan benda-benda besar (animisme dan dinamisme).
Ketika agama dan kebudayaan Hindu-Budha tumbuh dan berkembang, bangsa Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha meskipun unsur kepercayaan asli tetap hidup sehingga kepercayaan agama Hindu-Budha bercampur dengan unsur penyembahan roh nenek moyang. Hal ini tampak pada fungsi candi di Indonesia.
PENGARUH BUDAYA ASING BAGI BUDAYA BANGSA INDONESIA
March 19, 2009 by rinahistory
Kepulauan Indonesia, pada zaman kuno terletak pada jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Letaknya dalam jalur perdagangan internasional ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan sejarah kuno Indonesia. Kehadiran orang India di kepulauan Indonesia memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan di berbagai bidang di wilayah Indonesia.
Hal itu terjadi melalui proses akulturasi kebudayaan, yaitu proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan sama sekali masing-masing ciri khas dari kebudayaan lama.

Pengaruh Budaya Vietnam bagi budaya bangsa Indonesia pada Masyarakat Prasejarah Indonesia
Masuknya kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Kebudayaan tersebut yaitu Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh, dan Kebudayaan India. Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh terdapat di daerah Vietnam bagian Utara dan Selatan.
Masyarakat Dongson hidup di lembah Sungai Ma, Ca, dan Sungai Merah, sedang masyarakat Sa Huynh hidup di Vietnam bagian Salatan. Ada pada tahun 40.000 SM- 500 SM. Kebudayaan tersebut berasal dari zaman Pleistosein akhir. Proses migrasi ke tiga kebudayaan tersebut berlangsung antara 2000 SM-300 SM. Menyebabkan menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar), Mesolitikum (batu madya),Neolithikum (batu halus), dan kebudayaan Perunggu. Terdapat 2 jalur penyebaran kebudayaan tersebut:
1. Jalur barat, dengan peninggalan berupa kapak persegi
2. Jalur Timur, dengan ciri khas peninggalan kebudayaan kapak lonjong. Pada zaman perunggu, kapak lonjong ditemukan di Formosa, Filipina, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya.


A. BUDAYA BACSON-HOABINH
Diperkirakan berasal dari tahun 10.000 SM-4000 SM, kira-kira tahun 7000 SM.
Awalnya masyarakat Bacson-Hoabinh hanya menggunkan alat dari gerabah yang sederhana berupa serpihan-serpihan batu tetapi pada tahun 600 SM mengalami dalam bentuk batu-batu yang menyerupai kapak yang berfungsi sebagai alat pemotong. Bentuknya ada yang lonjong, segi empat, segitiga, dan ada yang berbentuk berpinggang. Ditemukan pula alat-alat serpih, batu giling dari berbagai ukuran, alat-alat dari tulang dan sisa-sisa tulang belulang manusia yang dikuburkan dalam posisi terlipat serta ditaburi zat warna merah.
Ditemukan dalam penggalian di pegunungan batu kapur di daerah Vietnam bagian utara, yaitu di daerah Bacson pegunungan Hoabinh.
Istilah Bacson-Hoabinh digunakan sejak tahun 1920-an untuk menunjukkan tempat pembuatan alat-alat batu yang memiliki ciri dipangkas pada satu/ dua sisi permukaannya. Batu kali yang berukuran lebih kurang satu kepalan dan seringkali seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam. Ditemukan di seluruh wilayah Asia Tenggara, hingga Myanmar (Burma) di barat dan ke utara hingga propinsi-propinsi Selatan, antara 1800 dan 3000 tahun yang lalu.
Di Indonesia, alat-alat dari kebudayaan Bacson-Hoabinh dapat ditemukan di daerah Sumatera, Jawa (lembah Sungai Bengawan Solo), Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua (Irian Jaya). Di Sumatera letaknya di daerah Lhokseumawe dan Medan.
Penyelidikan tentang persebaran kapak Sumatera dan kapak Pendek membawa kita melihat daerah Tonkin di Indocina dimana ditemukan pusat kebudayaan Prasejarah di pegunungan Bacson dan daerah Hoabinh yang letaknya saling berdekatan.
Alat-alat yang ditemukan di daerah tersebut menunjukkan kebudayaan Mesolitikum. Dimana kapak-kapak tersebut dikerjakan secara kasar. Terdapat pula kapak yang sudah diasah tajam, hal ini menunjukkan kebudayaan Proto Neolitikum. Diantara kapak tersebut terdapat jenis pebbles yaitu kapak Sumatera dan kapak pendek.
Mme Madeline Colani, seorang ahli prasejarah Perancis menyebutkan/ memberi nama alat-alat tersebut sebagai kebudayaan Bacson-Hoabinh. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Tonkin merupakan pusat kebudayaan Asia Tenggara. Dari daerah tersebut kebudayaan ini sampai ke Indonesia melalui Semenanjung Malaya (Malaysia Barat) dan Thailand.
Di Tonkin tinggal 2 jenis bangsa, yaitu Papua Melanosoid dan Europaeide. Selain itu ada jenis Mongoloid dan australoid.
1. Bangsa Papua Melanosoid, merupakan bangsa yang daerah penyebarannya paling luas, meliputi Hindia Belakang, Indonesia hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik. Bangsa ini memiliki kebudayaan Mesolitikum yang belum di asah (pebbles).
2. Bangsa Mongoloid, merupakan bangsa yang memiliki kebudayaan yang lebih tinggi, yaitu proto-neolitikum (sudah diasah).
3. Bangsa Austronesia, merupakan percampuran dari bangsa Melanesoid dan Europaeide. Pada zaman Neolitikum bangsa ini tersebar ke seluruh Kepulauan Indonesia.

B. BUDAYA DONG SON
o Kebudayaan Dongson merupakan kebudayaan perunggu yang ada di Asia Tenggara. Daerah ini merupakan pusat kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Di daerah ini ditemukan segala macam alat-alat perunggu, alat-alat dari besi serta kuburan dari masa itu. Dongson adalah nama daerah di Tonkin, merupakan tempat penyelidikan yang pertama.
o Diperkirakan kebudayaan ini berlangsung pada tahun 1500 SM-500 SM. Bertempat di kawasan Sungai Ma, Vietnam
o Di daerah tersebut pada tahun 1920 ditemukan alat-alat perunggu diperkirakan berkaitan dengan kebudayaan Yunan, sebelah barat daya Cina, dan berbagai tempat di Indonesia. Meskipun benda-benda perunggu telah ada sebelum tahun 500 SM terdiri atas kapak corong (corong merupakan pangkal yang berongga untuk memasukkan tangkai atau pegangannya) dan ujung tombak, sabit bercorong, ujung tombok bertangkai, mata panah, dan benda-benda kecil lainnya.
o Kebudayaan Dongson di Indonesia diwujudkan melalui berbagai hasil kebudayaan perunggu, nekara, dan alat besi. Di Indonesia nekara ditemukan di Selayar, Sulawesi Selatan. Di Bali ditemukan nekara yang terbesar yaitu di daerah Pejeng. Nekara merupakan perlengkapan upacara persembahan yang dilakukan masyarakat prasejarah, dimana pada nekara tersebut terdapat hiasan mengenai sistem kehidupan dan kebudayaan saat itu. Moko (sejenis nekara yang bentuknya lebih kecil) ditemukan di Pulau Alor. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan Indonesia merupakan salah satu bagian dari kebudayaan perunggu di Asia Tenggara.
o Kurang lebih 56 Nekara dapat ditemukan di beberapa wilayah Indonesia dan terbanyak nekara ditemukan di Sumatera, Jawa, dan Maluku Selatan.
o Nekara yang penting ditemukan di Indonesia adalah nekara Makalaman dari Pulau Sangeang dekat Sumbawa dengan hiasan gambar orang-orang berseragam menyerupai pakaian dianasti Han (Cina)/ Kushan (India Utara)/ Satavahana (India Tengah)
o Selain nekara ditemukan juga benda-benda perunggu lainnya seperti patung-patung, peralatan rumah tangga, peralatan bertani maupun perhiasan-perhiasan.
o Bagi Indonesia penemuan benda kebudayaan Dong Son sangat penting. Hal ini dikarenakan benda-benda logam yang ditemukan di wilayah Indonesia pada umumnya bercorak Dong Son, bukan mendapat pengaruh budaya logam dari Cina maupun India.
o Hal ini terlihat dari kesamaan corak hiasan dari bahan-bahan yang digunkan. Contoh: Nekara Tipe Heger I memiliki kesamaan dengan nekara yang paling bagus dan tua di Vietnam, dimana nekara ini memiliki lajur hiasan yang disusun mendatar bergambar manusia, hewan dan pola geometris.
o Dari penemuan benda budaya Dong Son diketahui cara pembuatannya dengan menggunakn teknik cetak lilin.
o Masa ini telah terjadi tukar menukar dan perdagangan antar masyarakat dengan alat-alat gerabah dari perunggu sebagai komoditi barter. Selain itu, sebagai objek dari simbol kemewahan dan alat-alat sakti yang dapat mendatangkan kekuatan gaib.
o Kebudayaan Dongson sampai ke Indonesia melalui jalur Barat yaitu Semenanjung Malaya. Pembawa kebudayaan ini adalah bangsa Austronesia.
o Pendapat tentang kebudayaan Dongson, sampai kepulauan Indonesia terbagi dalam 2 tahap:
- Zaman Neolithikum, berlangsung kurang lebih sejak 2000 SM, merupakan zaman batu tulis, zaman kebudayaan kapak persegi
- Zaman Perunggu, kurang lebih sejak 500 SM, merupakan kebudayaan kapak sepatu, nekara, dan candrasa.
o Penyebaran kebudayaan Dongson tersebut menyebabkan terbaginya kebudayaan di Indonesia menjadi 2, yaitu:
- Kebudayaan Melayu Tua (Proto Melayu) di Masyarakat Dayak Pedalaman
- Kebudayaan Melayu Muda (Deutero Melayu) di masyarakat Bali Aga dan Lombok

C. BUDAYA SA HUYNH
•Kebudayaan Sa Huynh diperkirakan berlangsung tahun 600 SM-1 M.
•Pada dasarnya merupakan kebudayaan yang mirip dengan Kebudayaan Dongson. Karena peralatan yang banyak dipakai dalam kebudayaan Sa Huynh adalah dari kebudayaan Dong Son.
•Budaya Sa Huynh ditemukan di kawasan pantai Vietnam Tengah ke Selatan sampai lembah sungai Mekong.
•Budaya Sa Huynh ada di Vietnam bagian Selatan didukung oleh suatu kelompok penduduk yang berbahasa Austronesia (Cham) yang diperkirakan berasal dari kepulauan Indonesia.
•Orang-orang Cham pernah mengembangkan peradaban yang dipengaruhi oleh budaya India Champa tetapi akhirnya dikalahkan oleh penduduk Vietnam sekarang yang hanya merupakan kelompok minoritas hingga sekarang.
•Orang-orang Cham merupakan kelompok masyarakat yang menggunakan bahasa Austronesia dan mempunyai kedekatan kebangsaan dengan masyarakat yang tinggal di kepulauan Indonesia.
•Kebudayaan Sa Huynh diketahui melalui penemuan kubur tempayan (jenazah dimasukkan ke dalam tempayan besar). Penguburan tersebut adalah adat kebiasan yang dibawa oleh orang-orang Cham ke kepulauan Indonesia sebab penguburan dengan cara ini bukan merupakan budaya Dong Son maupun budaya yang lain.
•Kebudayaan dalam bentuk tempayan kubur yang ditemukan di Sa Huynh memiliki persamaan dengan tempayan kubur yang ditemukan di Laut Sulawesi.
•Kebudayaan Sa Huynh yang ditemukan meliputi berbagai alat yang bertangkai corong seperti sikap, tembilang, dan kapak. Namun ada pula yang tidak bercorong seperti sabit, pisau bertangkai, kumparan tenun, cincin, dan gelang berbentuk spiral.
•Teknologi pembutan peralatan besi yang diperkenalkan ke daerah Sa Huynh berasal dari daerah Cina. Benda perunggu yang ditemukan di daerah Sa Huynh berupa beberapa perhiasan, seperti gelang , lonceng, dan bejana-bejana kecil. Ditemukan pula manik-manik emas yang langka dan kawat perak serta manik-manik kaca dari batu agate bergaris dan berbagai manik-manik Carnelian (bundar, berbentuk cerutu). Ditemukan alat-alat dari perunggu seperti bejana kecil, selain itu terdapat gelang-gelang dan perhiasan-perhiasan
•Meskipun hubungan langsung dengan pusat-pusat pembuatan benda-benda perunggu di daerah Dong Son sangat terbatas terbukti dengan penemuan 7 buah nekara tipe Heger I di daerah Selatan Vietnam dari 130 nekara yang berhasil ditemukan hingga tahun 1990.
•Benda-benda perunggu yang tersebar ke wilayah Indonesia melalui 2 jalur, yaitu:
a. Jalur darat : Muangthai dan Malaysia terus ke kepulauan Indonesia
b. Jalur laut : Menyeberang lautan dan terus tersebar di daerah kepulauan Indonesia

BUDAYA INDIA
Orang India menyebarkan kebudayaannya melalui hasil karya sastra, yang berbahasa Sansekerta dan Tamil yang berkembang di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Pada abad 1-5 M di Indonesia muncul pusat-pusat perdagangan terutama pada daerah yang dekat dengan jalur perdagangan tersebut. Awalnya hanya sebagai tempat persinggahan tetapi akhirnya orang Indonesia ikut dalam kegiatan perdagangan sehingga Indonesia menjadi pusat pertemuan antar para pedagang, termasuk pedagang India.
Hal ini menyebabkan masuknya pengaruh budaya India pada berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia. Terlihat dengan masyarakat Indonesia yang akhirnya memeluk agama Hindu-Budha serta berdirinya kerajaan-kerajaan di Indonesia yang mendapat pengaruh India seperti Kutai, Tarumanegara, dsb.
Transfer kebudayaan India merupakan tahapan terakhir dari masa budaya pra sejarah setelah tahun 500 SM. Penyebarannya melalui proses perdagangan, yaitu jalur maritim melalui kawasan Malaka. Jalur perdagangan antar bangsa tersebut kemudian lebih dikenal dengan jalur Sutera. Bukti arkeologisnya ditemukan manik-manik berbahan kaca dan serpihan-serpihan kaca yang bertuliskan huruf Brahmi.
Kebudayan Indonesia pada zaman kuno mempunyai fungsi strategis dalam jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Hubungan perdagangan Indonesia-India jauh lebih awal jika dibandingkan dengan hubungan Indonesia-Cina. Dimana hubungan perdagangan Indonesia India telah terjalin sejak awal abad 1 M. Hubungan dagang tersebut kemudian berkembang menjadi proses penyebaran kebudayaan. Penyebaran budaya India tersebut menyebabkan:
a. Tersebarnya agama Hindu-Budha di kalangan masyarakat Indonesia
b. Dikenalnya sistem pemerintahan kerajaan
c. Dikenalnya bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa yang menandai masuknya zaman sejarah bagi masyarakat kepulauan Indonesia
d. Budaya India tersebut meninggalkan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia terutama pada seni ukir, pahat, dan tulisan.
Kebudayaan India yang memegang peranan penting dalam perkembangan masyarakat prasejarah menjadi masyarakat sejarah.
Pengaruh Indonesia yang sampai India :
1. Perahu bercadik milik bangsa Indonesia mempengaruhi penggunaan perahu bercadik di India Selatan (Menurut Hornell)
2. Kelapa asli dari Indonesia yang dijadikan barang perdagangan hingga samapai di India.
Pengaruh India di Indonesia dapat dilihat dengan adanya:
1. Arca Buddha dari Perunggu di Sempaga, Sulawesi Selatan, yang memperlihatkan langgam seni Amarawati (India Selatan pada Abad 2-5 SM).
2. Selain itu ditemukan arca sejenis di daerah Jember, Jawa Timur, dan daerah Bukit Siguntang, Sumatera Selatan.
3. Ditemukan arca Budha di Kutai, yang berlanggam seni arca Gunahasa, di India Utara.

Pengaruh Budaya India yang masuk ke Indonesia antara lain terlihat dalam bidang:
1. Budaya
Pengaruh budaya India di Indonesia sangat besar bahkan begitu mudah diterima di Indonesia hal ini dikarenakan unsur-unsur budaya tersebut telah ada dalam kebudayaan asli bangsa Indonesia, sehingga hal-hal baru yang mereka bawa mudah diserap dan dijadikan pelengkap.
Pengaruh kebudayaan India dalam kebudayaan Indonesia tampak pada:
•Seni Bangunan
Akulturasi dalam seni bangunan tampak pada bentuk bangunan candi.
Di India, candi merupakan kuil untuk memuja para dewa dengan bentuk stupa.
Di Indonesia, candi selain sebagai tempat pemujaan, juga berfungsi sebagai makam raja atau untuk tempat menyimpan abu jenazah sang raja yang telah meninggal. Candi sebagai tanda penghormatan masyarakat kerajaan tersebut terhadap sang raja.
Contohnya:
Candi Kidal (di Malang), merupakan tempat Anusapati di perabukan.
Candi Jago (di Malang), merupakan tempat Wisnuwardhana di perabukan.
Candi Singosari (di Malang) merupakan tempat Kertanegara diperabukan.
Di atas makam sang raja biasanya didirikan patung raja yang mirip (merupakan perwujudan) dengan dewa yang dipujanya. Hal ini sebagai perpaduaan antara fungsi candi di India dan tradisi pemakaman dan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia. Sehingga, bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya adalah punden berundak, yaitu bangunan tempat pemujaan roh nenek moyang.
Contoh ini dapat dilihat pada bangunan candi Borobudur.
•Seni rupa, dan seni ukir.
Akulturasi dalam bidang seni rupa, dan seni ukir terlihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding candi.
Sebagai contoh: relief yang dipahatkan pada Candi Borobudur bukan hanya menggambarkan riwayat sang budha tetapi juga terdapat relief yang menggambarkan lingkungan alam Indonesia. Terdapat pula relief yang menggambarkan bentuk perahu bercadik yang menggambarkan kegiatan nenek moyang bangsa Indonesia pada masa itu.
•Seni Hias
Unsur-unsur India tampak pada hiasan-hiasan yang ada di Indonesia meskipun dapat dikatakan secara keseluruhan hiasan tersebut merupakan hiasan khas Indonesia.
Contoh hiasan : gelang, cincin, manik-manik.
•Aksara/tulisan
Berdasarkan bukti-bukti tertulis yang terdapat pada prasasti-prasasti(abad 5 M) tampak bahwa bangsa Indonesia telah mengenal huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Huruf Pallawa yang telah di-Indonesiakan dikenal dengan nama huruf Kawi. Sejak prasasti Dinoyo (760 M) maka huruf Kawi ini menjadi huruf yang dipakai di Indonesia dan bahasa Sansekerta tidak dipakai lagi dalam prasasti tetapi yang dipakai bahasa Kawi.Prasasti Dinoyo berhubungan erat dengan Candi Badut yang ada di Malang.
•Kesusastraan
Setelah kebudayaan tulis seni sastrapun mulai berkembang dengan pesat.
Seni sastra berbentuk prosa dan tembang (puisi). Tembang jawa kuno umumnya disebut kakawin. Irama kakawin didasarkan pada irama dari India.
Berdasarkan isinya, kesusastraan tersebut terdiri atas kitab keagamaan (tutur/pitutur), kitab hukum, kitab wiracarita (kepahlawanan) serta kitab cerita lainnya yang bertutur mengenai masalah keagamaan atau kesusilaan serta uraian sejarah, seperti Negarakertagama.
Bentuk wiracarita ternyata sangat terkenal di Indonesia, terutama kisah Ramayana dan Mahabarata. Kisah India itu kemudian digubah oleh para pujangga Indonesia, seperti Baratayudha yang digubah oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh. Berkembangnya karya sastra, terutama yang bersumber dari kisah Mahabarata dan Ramayana, telah melahirkan seni pertunjukan wayang kulit(wayang purwa).
Pertunjukkan wayang banyak mengandung nilai yang bersifat mendidik. Cerita dalam pertunjukkan wayang berasal dari India, tetapi wayangnya sendiri asli Indonesia. Bahkan muncul pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonesia seperti tokoh punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Tokoh-tokoh ini tidak ditemukan di India.

2. Pemerintahan
Sebelum kedatangan bangsa India, bangsa Indonesia telah mengenal sistem pemerintahan tetapi masih secara sederhana yaitu semacam pemerintahan di suatu desa atau daerah tertentu dimana rakyat mengangkat seorang pemimpin atau kepala suku. Orang yang dipilih sebagai pemimpin biasanya adalah orang yang senior, arif, berwibawa, dapat membimbing serta memiliki kelebihan tertentu , termasuk dalam bidang ekonomi maupun dalam hal kekuatan gaib atau kesaktian.
Masuknya pengaruh India menyebabkan muncul sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan, yang diperintah oleh seorang raja secara turun-temurun. Peran raja di Indonesia berbeda dengan di India dimana raja memerintah dengan kekuasaan mutlak untuk menentukan segalanya. Di Indonesia, raja memerintah atas nama desa-desa dan daerah-daerah. Raja bertindak ke luar sebagai wakil rakyat yang mendapat wewenang penuh. Sedangkan ke dalam, raja sebagai lambang nenek moyang yang didewakan.

3. Sosial
Kehidupan sosial masyarakat di Indonesia mengikuti perkembangan zaman yang ada. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia menerima dengan terbuka unsur-unsur yang datang dari luar, tetapi perkembangannya selalu disesuaikan dengan tradisi bangsa Indonesia sendiri.
Masuknya pengaruh India di Indonesia menyebabkan mulai adanya penerapan hukuman terhadap para pelanggar peraturan atau undang-undang juga diberlakukan. Hukum dan Peraturan menunjukkan bahwa suatu masyarakat itu sudah teratur dan rapi. Kehidupan sosial masyarakat Indonesia juga tampak pada sistem gotong-royong.
Dalam perkembangannya kehidupan sosial masyarakat Indonesia distratifikasikan berdasarkan kasta dan kedudukan dalam masyarakat (mulai mengenal sistem kasta)

4. Kepercayaan
Sebelum pengaruh India berkembang di Indonesia, masyarakat telah mengenal dan memiliki kepercayaan, yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang dan benda-benda besar (animisme dan dinamisme).
Ketika agama dan kebudayaan Hindu-Budha tumbuh dan berkembang, bangsa Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha meskipun unsur kepercayaan asli tetap hidup sehingga kepercayaan agama Hindu-Budha bercampur dengan unsur penyembahan roh nenek moyang. Hal ini tampak pada fungsi candi di Indonesia.

Kamis, 27 Mei 2010

Tarutung

Hubungan Lalu Lintas Tarutung Sipirok Terancam Putus at 9:48 am. •
Posted by moline on Thursday, January 14, 2010

Hubungan Lalu Lintas Tarutung Sipirok Terancam Putus
Balige (Analisa)
Jalan pintas Sumatera Sipirok-Tarutung dalam satu bulan terakkhir ini kondisinya memprihatinkan dan hubungan kota itu terancam putus.
Kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan, karena ruas jalan mengalami anjlok di Km 13 persis dekat jembatan Sihoru horu Desa Luat Lombang Kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan , hingga kini belum tampak tanda akan di perbaiki oleh instansi terkait.
Badan jalan anjlok dengan panjang empat meter di mana pinggir jalan tampak roboh dan kemudian masuk ke jurang yang di dalam jurang mengalir Sungai Aek Sihoru horu yang punya kedalaman 30 meter dan dikhawatirkan badan jalan yang longsor tersebut tertimbun tanah yang tidak tertutup kemungkinan dapat menimbulkan genangan air sampah ke badan jalan.
Jika jalan tersebut tidak di perbaiki sesegera mungkin, maka kondisi kerusakan jalan semakin parah, apalagi kini musim hujan, tahun lalu masih dapat ditolerir. Jika hujan turun secara terus menerus bakal tak tertolakkan jalan akan putus total.
Seharusnya instansi terkait mesti lebih cepat memperbaiki jalan yang longsor itu, mengingat kegunaan jalan tersebut sangat vital antara lain sebagai jalan mempersingkat hubungan Tarutung Padangsidempuan yang hanya tiga jam dibandingkan Tarutung Padangsidempuan via Sibolga yang memakan waktu lima jam lebih.
Pada satu bulan terakhir ini sejak jalan Tarutung Padangsidempuan rusak, tampak di sepanjang jalan sangat sepi, karena bus penumpang Medan-Jakarta terpaksa beralih via Sibolga yang tentu ongkos penumpang pun mengalami kenaikan .
Begitupula barang barang kebutuhan warga Tapanuli Selatan juga mengalami kenaikan harga , juga karena ongkos barang naik. (ep)

Minggu, 23 Mei 2010

BiografiAlexander Graham Bell
Tak seberapa dapat pendidikan formal, tetapi diajar baik oleh keluarganya dan belajar sendiri, begitulah ihwal Alexander Graham Bell penemu tilpun yang dilahirkan tahun 1847 di Edinburg, Skotlandia. Minat Bell memproduksi kembali suara vokal timbul secara wajar karena ayahnya seorang ahli dalam hal fisiologi vokal, memperbaiki pidato dan mengajar orang-orang tuli.
Bell pernah ke Boston, negara bagian Massachusetts tahun 1871. Di sanalah pada tahun 1875 dia membuat percobaan-percobaan yang mengarah pada penemuan tilpun. Dia mengumpulkan paten untuk mengokohkan penemuannya di bulan Februari 1876 dan mendapat imbalan beberapa minggu kemudian. (Menarik sekali untuk dicatat bahwa seorang lain bernama Elisha Gray juga mengumpulkan paten penemuan untuk pengokohan mengenai peralatan serupa pada hari yang berbarengan dengan apa yang diperbuat Bell, hanya selisih beberapa jam saja).

Tak lama sesudah patennya diterima, Bell mempertontonkan tilpun di pameran 100 tahun kota Philadelphia. Penemuannya menarik perhatian besar publik dan mendapat penghargaan atas hasil karyanya. Tetapi, The Western Union Telegraph Company yang menawarkan uang sebesar $100.000 buat penemuan alat itu mengelak membayarnya. Karena itu, Bell dan kawan-kawannya, di bulan Juli 1877, mendirikan perusahaan sendiri, nenek moyang dari American Telephone and Telegraph Company sekarang. Tilpun dengan cepat dan besar-besaran mencapai sukses secara komersial. Sakarang ini AT & T merupakan perusahaan bisnis yang terbesar di dunia.

Bell dan istrinya yang di bulan Maret 1879 memegang 15 persen saham dari perusahaan itu tampaknya tak punya bayangan betapa akan fantastisnya keuntungan yang bakal diterima oleh perusahaan itu. Dalam tempo cuma tujuh bulan, mereka sudah jual sebagian besar saham mereka dengan harga rata-rata $250 per saham. Di bulan Nopember harganya sudah melesat naik jadi $1000 per saham! (Di bulan Maret itu isterinya-lah yang mendesak buru-buru jual karena dia khawatir harga saham tak akan sampai setinggi itu lagi!) Di tahun 1881 dengan gegabah mereka jual lagi sepertiga jumlah sisa saham yang mereka punyai. Meski begitu, toh dalam tahun 1883 mereka sudah bisa peroleh keuntungan seharga sekitar sejuta dolar.

Kendati penemuan tilpun sudah mengorbitkan Bell jadi kaya-raya, dia tak pernah berhenti meneruskan penyelidikannya, dan dia berhasil menemukan lagi pelbagai alat yang berguna walau tidak sepenting tilpun. Minatnya beraneka ragam, tetapi tujuan utamanya adalah menolong orang tuli. Istrinya sendiri tadinya gadis tuli yang dilatihnya sendiri. Empat anak, dua lelaki dua perempuan keluar berkat perkawinan tetapi keempatnya mati muda. Tahun 1882 Bell jadi warganegara Amerika Serikat dan mati tahun 1922.

Ukuran besar-kecilnya pengaruh Bell terletak pada penilaian besar kecilnya makna tilpun itu sendiri. Menurut hemat saya, pengaruh itu besar sekali karena tak banyak penemuan yang begitu luas digunakan orang dan begitu besar pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.

Saya tempatkan Bell dalam urutan di bawah Marconi berhubung radio lebih beragam kegunaannya ketimbang tilpun. Misalnya, pembicaraan lewat tilpun dapat pada dasarnya dilakukan lewat radio, tetapi dalam beberapa hal (misalnya komunikasi dengan pesawat yang sedang terbang) tilpun tidak bisa menggantikan fungsi radio. Kalau saja cuma faktor itu semata yang jadi ukuran, Bell akan menduduki urutan jauh lebih bawah lagi daripada Marconi. Tetapi, ada dua hal yang layak dipertimbangkan. Pertama, meskipun pembicaraan tilpun pribadi bisa saja dilakukan lewat radio, akan teramat sulitlah menggantikan seluruh sistem pertilpunan kita dengan jaringan radio yang setara. Kedua, metode pokok menyalurkan kembali suara yang dirancang Bell buat penerima tilpun belakangan di ambil oper dan digunakan oleh penerima radio, piringan hitam dan pelbagai rupa peralatan lainnya. Itu sebabnya saya anggap pengaruh Bell cuma sedikit lebih kurang ketimbang Marconi.

ALEXANDER GRAHAM BELL 1847-1922

A
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil Sbb :
1. Secara umum siswa SMA Fransiskus lebih suka pelajaran kimia .
2. Berdasarkan hasil angket yang saya sebarkan kelas X lebih menyukai guru mata
pelajarannya
3. Pelajaran fisika dan kimia menurut siswa SMA Fransiskus sulit/ sukar karena ilmu
pasti (exacta).
4. .Pelajaran kimia menurut hasil penelitian saya lebih mendukung cita cita mereka .
5.2. Saran

1. Sabaiknya , mulai SMP diajarkan kimia ,sehingga tidak mempersulit mengikuti di
SMA.
2. Hendaknya setiap siswa berusaha untuk mengikuti pelajaran yang sukar tersebut .
3. Hendaknya setiap siswa mengikuti kursus pelajaran kimia dan fisika .
4. Hendakmya siswa memanfaatkan teknologi modern sekarang .
5. Sebaiknya , para pelajar mengulangi dan mengerjakan soal soal pelajaran tersebut
karena pelajaran fisika dan kimia semakin banyak mengulang maka kita semakin
mengetahuinya .